Bongkar Perampokan PT Sampoerna

LAGI-lagi kasus perampokan menggegerkan Kota Denpasar. Kali ini yang menjadi sasaran adalah PT Sampoerna yang terletak di Jalan By Pass Ngurah Rai, Suwung, Denpasar Selatan. Memanfaatkan kelengahan dua orang security yang menjaga tempat tersebut, para pelaku membobol kantor perwakilan perusahaan rokok ternama di negeri ini Minggu (28/3) lalu sekitar pukul 03.30. Dalam aksinya, pelaku yang belum diketahui jumlahnya itu membawa kabur brankas yang didalamnya berisi uang sebesar Rp 565 juta plus surat berharga. Dilihat modusnya, para perampok tampaknya telah merencakan aksinya dengan matang. Mereka diyakni sudah paham dengan daerah yang bakal mereka satroni. Buktinya, kedua security, Ketut Agus Karya Utama, 20, dan Didik Suprapto, 26, begitu mudah dilumpuhkan. Bahkan, pelaku begitu mudah mengacak-acak seisi kantor dan mengambil tempat penyimpanan uang perusahaan. Yang aneh dan menjadi pertanyaan, mengapa kantor sebegitu besar dan terletak di pinggir jalan besar dibiarkan tak terkunci ?. Adakah, orang dalam yang mungkin terlibat ? Sejauh ini, Kapolsek Denpasar Selatan AKP Gede Ganefo tak mau berspekulasi terlalu jauh. Menurutnya, polisi masih mencari segala kemungkinan untuk mengungkap kasus tersebut. Kecurigaan terlibatnya orang dalam memang harus ditelusuri polisi. Bagaimana mungkin pelaku begitu mudah melakukan pembobolan, termasuk melumpuhkan dua orang security tanpa ada perlawanan berarti. Belum lagi mudahnya pelaku mendapatkan brankas tempat penyimpanan uang. Padahal, brankas itu diletakkan ditempat yang rahasia dan kode pintunya hanya diketahui pimpinan. Polisi juga patut mencurigai tak ditemukannya sidik jari para pelaku. Padahal biasanya, setiap aksi kejahatan pasti meninggalkan jejak. Sidik jari misalnya. Artinya, dengan tidak ditemukannya sidik jari, pelaku telah mempersiapkan aksinya dengan matang. Kecurigaan ini mungkin bisa dihubungkan dengan status security yang bekerja di PT Sampoerna. Dari hasil penyelidikan polisi, para security yang bekerja di tempat itu ternyata diambilkan dari pihak ketiga (outsourching). Informasinya, beberapa waktu lalu, sebelum memakai tenaga outsourching yang sekarang, mereka memakai tenaga yang lain. Entah, ada persoalan apa sehingga mereka tak lagi dipakai oleh PT Sampoerna. Diduga karena mangkel, para security ini kemudian membobol PT Sampoerna. Bukankah, modus seperti ini kerap dilakukan para pelaku tindak kejahatan ? Meski demikian, untuk membuktikannya, polisi harus melakukan penyelidikan lebih intensif dengan mencari modus lain yang dilakukan pelaku. Semisal, mencari saksi lain diluar saksi Ketut Agus, dan Didik Suprapto. Pasalnya, keduanya sepertinya tak mampu lagi diharapkan untuk menguak kasus ini. Itu bila dilihat dari kesaksian mereka yang terkesan plin-plan dan berbelit-belit. Caranya ? Mungkin mengandalkan teknologi CCTV (circuit close television). Namun sayangnya, PT Sampoerna tak dilengkapi alat canggih ini. Lantas ? Yang jelas, ini adalah pekerjaan rumah polisi. Jangan biarkan kasus perampokan dibiarkan ngambang. Karena fakta membuktikan, dari sekian kasus perampokan yang terjadi di Bali, nyaris hanya sedikit yang berhasil ditemukan pelakunya. Selebihnya, kabur dan tak jelas. Kondisi inilah yang kemungkinan membuat pelaku perampokan kembali berani melakukan aksinya. Siapa tahu ? (*)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s